Kosakata Bahasa Inggris Anak: 100 Kata Pertama yang Benar-benar Dipakai
Banyak orang tua mencari kosakata bahasa Inggris anak karena ingin anak punya dasar vocabulary yang kuat. Masalahnya, daftar kosakata bahasa Inggris sering terlalu panjang: animals, fruits, colors, jobs, semuanya dicampur jadi satu. Anak mungkin hafal beberapa kata bahasa Inggris, tetapi saat diminta bicara, ia bingung harus mulai dari mana. Untuk anak, kosa kata bahasa Inggris sebaiknya dekat dengan rutinitas: tubuh sendiri, rumah, sekolah, dan perasaan.
Cara memilih kosakata untuk anak
Pilih kata yang bisa langsung anak lihat, sentuh, ucapkan, atau pakai dalam kalimat. Kata seperti book, bag, happy, dan water lebih mudah hidup di kepala anak karena muncul setiap hari.
Di Kova, vocabulary tidak diajarkan sebagai daftar hafalan terpisah. Pada
Early Phonics Regular Class, anak membangun dasar bunyi huruf, mengumpulkan 100+ kosakata, mengenali 70+ kata, membaca 19 cerita sederhana, dan mulai memakai 5 pola kalimat dasar. Kelasnya live interaktif, ada game, tugas, dan guru pendamping yang membantu mengecek PR serta bagian yang belum dipahami anak.
Untuk latihan di rumah, Bunda/Ayah bisa mulai dari kartu kata sederhana atau benda nyata di rumah. Jika ingin bahan visual, siapkan
kosakata anak
Kata tentang diri sendiri
Mulai dari diri sendiri karena anak paling mudah bicara tentang apa yang ia lihat langsung.
25 kata: I - saya; me - aku/saya; my - milikku; you - kamu; name - nama; age - usia; boy - anak laki-laki; girl - anak perempuan; child - anak; mom - ibu; dad - ayah; sister - saudara perempuan; brother - saudara laki-laki; cousin - sepupu; baby - bayi; head - kepala; hair - rambut; face - wajah; eyes - mata; ears - telinga; nose - hidung; mouth - mulut; hands - tangan; feet - kaki; body - tubuh.
Contoh kalimat: “My name is Raka.” “I have two hands.” “This is my nose.” Tugas speaking: Anak berdiri di depan cermin, menunjuk bagian tubuh, lalu berkata: “This is my…” Setelah lancar, naikkan menjadi “I have two eyes” atau “I have two hands.”
Kata tentang rumah
Kosakata rumah membantu anak memakai bahasa Inggris tanpa merasa sedang belajar berat.
25 kata: house - rumah; home - rumah/tempat tinggal; room - kamar/ruangan; door - pintu; window - jendela; floor - lantai; wall - dinding; table - meja; chair - kursi; sofa - sofa; bed - tempat tidur; pillow - bantal; blanket - selimut; lamp - lampu; kitchen - dapur; bathroom - kamar mandi; garden - taman; toy - mainan; car - mobil; doll - boneka; ball - bola; plate - piring; cup - cangkir; spoon - sendok; water - air.
Contoh kalimat: “The ball is on the table.” “I drink water.” “The doll is on the bed.” Tugas speaking: Minta anak mencari 5 benda di rumah. Setiap menemukan benda, ia berkata: “I see a…” Contoh: “I see a cup.” Lalu bantu naikkan menjadi “The cup is on the table.”
Kata tentang sekolah
Kata sekolah penting karena sering muncul di kelas, buku, instruksi guru, dan tugas anak.
25 kata: school - sekolah; class - kelas; teacher - guru; student - murid; board - papan tulis; book - buku; bag - tas; pencil - pensil; pen - pulpen; ruler - penggaris; eraser - penghapus; paper - kertas; crayon - krayon; glue - lem; scissors - gunting; color - warna; number - angka; letter - huruf; read - membaca; write - menulis; draw - menggambar; listen - mendengarkan; speak - berbicara; ask - bertanya; answer - menjawab.
Contoh kalimat: “I read a book.” “I write with a pencil.” “I ask my teacher.” Tugas speaking: Saat menyiapkan tas, anak memilih 3 barang dan berkata: “I need my…” Misalnya, “I need my pencil.” Untuk versi game, Bunda/Ayah memberi instruksi: “Show me your book,” lalu anak menjawab, “Here is my book.”
Agar tidak terasa seperti ujian, ubah latihan menjadi tebak benda, cari kartu, atau gerakan cepat. Ide permainannya bisa diarahkan ke [
game vocabulary anak].
Kata tentang perasaan
Banyak anak bisa menyebut benda, tetapi belum bisa mengatakan perasaannya. Padahal kata perasaan membuat anak lebih berani bicara karena ia sedang menceritakan dirinya.
25 kata: happy - senang; sad - sedih; angry - marah; scared - takut; tired - lelah; hungry - lapar; thirsty - haus; sleepy - mengantuk; sick - sakit; bored - bosan; excited - bersemangat; proud - bangga; shy - malu; calm - tenang; worried - khawatir; surprised - terkejut; lonely - kesepian; brave - berani; kind - baik hati; good - baik; bad - buruk; okay - baik-baik saja; sorry - maaf; please - tolong/silakan; thank you - terima kasih.
Contoh kalimat: “I am happy.” “I feel tired.” “I am sorry.” “Thank you, Mom.” Tugas speaking: Gambar 3 wajah sederhana: happy, sad, tired. Anak memilih satu dan berkata, “Today I feel…” Jika ia belum percaya diri, orang tua bisa mulai dulu: “I feel happy,” lalu anak meniru.
Cara melatih menjadi kalimat
Setelah anak mengenal 100 kata, jangan langsung buru-buru menambah 100 kata berikutnya. Lebih baik pakai kata yang sama dalam kalimat pendek. Dari sini vocabulary mulai berubah menjadi speaking.
Pakai 4 pola mudah:
- I am + perasaan “I am happy.” “I am sleepy.”
- I have + benda/bagian tubuh “I have a bag.” “I have two hands.”
- I see + benda “I see a ball.” “I see a book.”
- I can + aktivitas “I can read.” “I can draw.”
Di rumah, cukup 5-10 menit. Pilih 3 kata, buat 3 kalimat, lalu ulangi besok dalam situasi berbeda. Anak tidak perlu langsung sempurna. Yang dicari adalah keberanian menjawab, ritme berbicara, dan kebiasaan memakai kata dalam konteks.
Contoh latihan 7 hari di rumah
| Hari |
Fokus |
Latihan 5-10 menit |
| Senin |
Bagian tubuh |
“This is my nose.” “I have two hands.” |
| Selasa |
Benda rumah |
Cari 5 benda dan ucapkan “I see a…” |
| Rabu |
Barang sekolah |
Masukkan barang ke tas sambil berkata “I need my…” |
| Kamis |
Perasaan |
Pilih ekspresi wajah dan ucapkan “I feel…” |
| Jumat |
Aktivitas |
Pakai “I can read/draw/speak.” |
| Sabtu |
Review game |
Tebak kata dari gambar atau gerakan. |
| Minggu |
Mini speaking |
Anak membuat 5 kalimat dari kata favoritnya. |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Berapa kata baru per minggu untuk anak?
Untuk anak pemula, 5-8 kata baru per minggu sudah cukup. Anak SD yang sudah lebih siap bisa mencoba 8-12 kata. Yang penting bukan jumlahnya, tetapi apakah kata itu dipakai dalam kalimat dan diulang beberapa kali dalam minggu yang sama.
Apakah anak harus hafal arti Indonesia?
Anak boleh tahu arti Indonesianya, terutama di awal. Namun jangan berhenti di terjemahan. Untuk kata seperti cup, ball, atau door, lebih baik anak melihat benda langsung. Untuk kata seperti happy atau tired, gunakan ekspresi wajah dan situasi. Jadi anak memahami makna, bukan hanya mengingat pasangan kata.
Bagaimana mengubah vocabulary menjadi speaking?
Masukkan kata baru ke pola kalimat tetap: “I see…”, “I have…”, “I am…”, dan “I can…”. Misalnya book tidak berhenti sebagai “buku”, tetapi menjadi “I see a book” dan “I read a book.” Satu kata bisa dipakai dalam beberapa kalimat sederhana.
Apakah 100 kata ini harus dipelajari sekaligus?
Tidak. Anggap daftar ini sebagai peta 2-3 bulan. Minggu pertama bisa fokus pada tubuh, minggu berikutnya rumah, lalu sekolah dan perasaan. Kata lama tetap diulang agar tidak cepat hilang.
Daftar kata adalah awal yang baik, tetapi anak perlu practice dan speaking agar vocabulary benar-benar terpakai. Di Kova, anak belajar kata lewat phonics, cerita sederhana, interaksi kelas, game, tugas, dan pendampingan guru. Mulai dari Trial Class Kova agar anak tidak hanya menghafal kosakata, tetapi berlatih mendengar, menjawab, dan memakai kata dalam kalimat sesuai levelnya.